2018-05-17 00:00:00 | By. ANDRI ARIESTIANTO | READ 1,975 TIMES

ISTILAH ISTILAH DALAM DUNIA SKINCARE, YANG PALING SERING ANDA DENGAR
(bacalah sampai akhir, untuk memperkaya ilmu dan pengetahuan Anda)

Sedang mengikuti step-step skincare yang lagi populer?
Terus ada istilah yang bikin bingung, seperti dewy, redness, hydrating atau moisturizing? Agar lebih paham, ini dia istilah skincare lainnya yang sering terdengar. Bisa menambah kosakata juga, lho!

WHITE CAST, WARNA PUTIH PADA SUNSCREEN
Istilah kecantikan ini biasanya karena produk yang digunakan mengandung SPF, biasanya pada sunscreen. Karena kandungan SPF yang meninggalkan residu atau bekas warna putih yang tertinggal di wajah. Selain sunscreen, warna bedak yang terlalu putih atau tidak merata juga bisa menjadi whitecast lho.

HYPERPIGMENTATION, BERCAK KECOKELATAN KARENA PRODUKSI MELANIN BERLEBIH
Istilah ini digunakan saat banyak bintik atau kecokelatan karena produksi melanin berlebih. Contohnya freckles, bekas jerawat, dan luka. Terkadang hyperpigmentation menjadi gelap karena terpapar sinar matahari secara terus menerus. Selain itu, faktor keturunan pun menjadi penentu hal ini. Biasanya muncul pada area wajah, leher, tangan, atau kaki.

DEWY, LEMBAP TAPI TIDAK BERMINYAK
Tampilan dewy ini sedang populer di kalangan perempuan Korea Selatan karena terlihat natural dan tidak berlebihan. Dewy merupakan kondisi wajah yang lembap, halus, dan lembut tapi tidak memberi terkesan berminyak.

REDNESS, KEMERAHAN KARENA KONDISI KURANG IDEAL
Redness adalah istilah yang dipakai saat area kulit tertentu memiliki warna kemerahan yang kurang ideal. Kondisi ini lebih sering terjadi pada kulit terang akibat terbakar sinar matahari atau iritasi dari efek samping produk kurang cocok.

MOISTURIZING, MENGUNCI PERMUKAAN KULIT UNTUK MENCEGAH KEHILANGAN KELEMBAPAN
Menganggap moisturizing dan hydrating adalah dua hal yang sama? Meski sama-sama melembapkan, dua hal ini adalah dua hal berbeda.
Moisturizing adalah formula yang dapat mengunci permukaan kulit untuk mencegah kehilangan kelembapan kulit. Ini bisa karena kandungan minyak atau petrolatum di dalam moisturizer yang menghambat terjadinya penguapan air pada permukaan kulit. Pada dasarnya, moisturizer berfungsi untuk mencegah kehilangan kelembapan, bukan menambah kelembapan kulit.

HYDRATING, CEPAT MENYERAP AIR KE KULIT
Berbeda dengan moisturizing, hydrating berfungsi untuk meningkatkan kandungan air di dalam kulit. Produk-produk yang memiiki sifat hydrating, biasanya mengandung water based yang lebih cair. Biasanya dapat ditemui pada aloe vera atau lidah buaya.

EXTRACT, SARI TANAMAN DENGAN MANFAAT TERTENTU
Sering membaca atau mendengar istilah extract alias ekstrak? Ini adalah sari dari tanaman yang memiliki manfaat tertentu. Tujuannya adalah mendapatkan manfaat dari tanaman agar lebih mudah, tentu dalam dosis yang tepat. Misalnya, lemon untuk mencerahkan, aloe vera untuk mendinginkan kulit.

EXFOLIATING, MENGANGKAT SEL KULIT MATI
Beberapa produk exfoliating lagi banyak diminati di pasaran. Seperti toner, pad atau kapas, dan scrub. Sebenarnya, istilah apa ini? Exfoliation atau eksfoliasi adalah pengelupasan kulit dengan media tertentu. Eksfoliasi bertujuan untuk mengangkat sel kulit mati untuk memberi efek halus dan lembut.

ACNE PRONE, MUDAH BERJERAWAT
Beberapa skincare banyak fokus pada tipe kulit acne prone, apa artinya? Acne prone bukan berarti kulitnya berjerawat setiap saat. Tetapi tipe kulitnya sangat mudah berjerawat. Ada beberapa faktor yang mendasar hal tersebut. Di antaranya, hormon, stres, perubahan suhu, lingkungan, dan gaya hidup.

DOUBLE CLEANSING, MEMBERSIHKAN WAJAH DENGAN DUA TAHAP
Skincare routine dengan banyak step ini dipopulerkan oleh perempuan Korea Selatan. Salah satu yang tidak boleh terlewat adalah double cleansing, yaitu membersihkan wajah secara dua tahap.
Caranya, tahap pertama pakai cleansing milk, cream atau oil pada wajah yang kering. Kemudian bersihkan dengan kapas. Tahap kedua, bilas wajah dengan face wash yang biasa dipakai. Double cleansing ini untuk memastikan debu dan kotoran tidak ada yang menempel.

PARABEAN
Paraben merupakan zat kimia yang digunakan untuk mengawetkan produk kecantikan. Tapi enggak semua jenis paraben berbahaya untuk kulit. Untuk jenis metil dan etil paraben dapat menyebabkan kerusakan kulit karena akan berubah menjadi racun kalau terpapar sinar ultraviolet. Jenis paraben yang umum digunakan pada kosmetik yaitu methylparaben, propil dan butylparaben.

CRUELTY FREE
Pada awalnya cruelty free ini digunakan untuk fashion karena penggunaan bulu-bulu hewan dengan cara membahayakan atau membunuh hewan tersebut.
Produk kosmetik yang diberi label cruelty free sama sekali tidak membahayakan hewan misalnya untuk bahan percobaan. Beberapa kosmetik masih menggunakan bahan baku hewan seperti beeswax dari lebah dan asam laktat dari susu sapi tapi bahan baku tersebut didapatkan tanpa menyakiti hewan sehingga masih tergolong cruelty free.

AHA (ALPHA-HYDROXY ACIDS)
AHA merupakan singkatan dari Alpha-Hydroxy Acids atau asam alpha-hydroxy. Sebenarnya AHA merupakan zat yang terdapat dalam buah-buahan dan yoghurt.
Berguna sebagai emolien yang dapat menggantikan sel kulit mati dengan sel kulit baru. AHA juga mensintesis kolagen sehingga dapat mengurangi garis-garis halus (keriput).

BHA (BETA HYDROXY ACID)
Singkatan dari Beta Hydroxy Acid atau asam beta-hydroxy yang berguna untuk memperbaiki tekstur dan warna kulit. Kalau AHA terdapat banyak jenisnya, kalau BHA hanya memiliki satu jenis kandungan kimia dan sudah sering kita dengar yaitu Salicylic Acid. Kebanyakan kita menemukan kandungan ini pada skincare untuk kulit berjerawat. BHA ini cocok untuk kulit berjerawat karena dapat membersihkan kotoran sampai ke dalam pori-pori.

HYPOALLERGENIC
Hypoallergenic berarti skincare tersebut memiliki kemungkinan kecil untuk terjadi reaksi alergi. Tapi sebenarnya enggak ada satu bahanpun yang dapat dipastikan enggak akan menimbulkan alergi.
Hypoallergenic sendiri sebenarnya klaim dari produsen makeup. Skincare yang hypoallergenic terbuat dari bahan-bahan yang enggak atau sedikit berpotensi menyebabkan alergi pada kulit. Kalau membeli skincare ini kita tetap harus berhati-hati, karena alergi kembali lagi pada jenis kulit kita.

DERMATOLOGIST TESTED
Dermatologist tested berarti skincare tersebut sudah diuji oleh dermatologis (dokter kulit). Namun, sebenarnya walaupun sudah teruji tapi enggak ada informasi lebih lanjut soal bagaimana produk tersebut diuji.
Enggak dijelaskan pula apakah produk tersebut diuji untuk jenis kulit tertentu. Karena jika dermatologi menguji produk tersebut hanya dengan beberapa orang, produk tersebut sudah bisa dianggap dermatologist tested.

NON-COMEDOGENIC
Non-comedogenic berarti produk tersebut diformulasikan untuk menghindari kotoran yang menutupi pori-pori sehingga menyebabkan munculnya komedo.
Produk yang non-comedogenic biasanya bebas minyak. Walaupun produk skincare dianggap sebagai non-comedogenic yang cocok untuk kulit berjerawat, tapi harus dipastikan produk tersebut enggak akan menyebabkan komedo.

SEMOGA BERMANFAAT

PROMO DAHSYAT GLUTERA
LOGIN MEMBER GLUTERA
No ID / Username :
Password :
Security Code :
 Lupa Password
STATISTIC GLUTERA
Today visitor : 6,797
Total visitor : 45,639,642
CARDCHECK GLUTERA
BANNER GLUTERA
Copyright By. Glutera Indonesia © 2019 Indonesia
Alright Reserved